Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/vhosts/cepin.orgfree.com/wp-settings.php on line 512

Free Web Hosting

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/vhosts/cepin.orgfree.com/wp-settings.php on line 527

Free Web Hosting

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/vhosts/cepin.orgfree.com/wp-settings.php on line 534

Free Web Hosting

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/vhosts/cepin.orgfree.com/wp-settings.php on line 570

Free Web Hosting

Strict Standards: Declaration of Walker_Page::start_lvl() should be compatible with Walker::start_lvl(&$output) in /home/vhosts/cepin.orgfree.com/wp-includes/classes.php on line 1199

Free Web Hosting

Strict Standards: Declaration of Walker_Page::end_lvl() should be compatible with Walker::end_lvl(&$output) in /home/vhosts/cepin.orgfree.com/wp-includes/classes.php on line 1199

Free Web Hosting

Strict Standards: Declaration of Walker_Page::start_el() should be compatible with Walker::start_el(&$output) in /home/vhosts/cepin.orgfree.com/wp-includes/classes.php on line 1199

Free Web Hosting

Strict Standards: Declaration of Walker_Page::end_el() should be compatible with Walker::end_el(&$output) in /home/vhosts/cepin.orgfree.com/wp-includes/classes.php on line 1199

Free Web Hosting

Strict Standards: Declaration of Walker_PageDropdown::start_el() should be compatible with Walker::start_el(&$output) in /home/vhosts/cepin.orgfree.com/wp-includes/classes.php on line 1244

Free Web Hosting

Strict Standards: Declaration of Walker_Category::start_lvl() should be compatible with Walker::start_lvl(&$output) in /home/vhosts/cepin.orgfree.com/wp-includes/classes.php on line 1391

Free Web Hosting

Strict Standards: Declaration of Walker_Category::end_lvl() should be compatible with Walker::end_lvl(&$output) in /home/vhosts/cepin.orgfree.com/wp-includes/classes.php on line 1391

Free Web Hosting

Strict Standards: Declaration of Walker_Category::start_el() should be compatible with Walker::start_el(&$output) in /home/vhosts/cepin.orgfree.com/wp-includes/classes.php on line 1391

Free Web Hosting

Strict Standards: Declaration of Walker_Category::end_el() should be compatible with Walker::end_el(&$output) in /home/vhosts/cepin.orgfree.com/wp-includes/classes.php on line 1391

Free Web Hosting

Strict Standards: Declaration of Walker_CategoryDropdown::start_el() should be compatible with Walker::start_el(&$output) in /home/vhosts/cepin.orgfree.com/wp-includes/classes.php on line 1442

Free Web Hosting

Strict Standards: Redefining already defined constructor for class wpdb in /home/vhosts/cepin.orgfree.com/wp-includes/wp-db.php on line 306

Free Web Hosting

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/vhosts/cepin.orgfree.com/wp-includes/cache.php on line 103

Free Web Hosting

Strict Standards: Redefining already defined constructor for class WP_Object_Cache in /home/vhosts/cepin.orgfree.com/wp-includes/cache.php on line 431

Free Web Hosting

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/vhosts/cepin.orgfree.com/wp-includes/query.php on line 61

Free Web Hosting

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/vhosts/cepin.orgfree.com/wp-includes/theme.php on line 1109

Free Web Hosting

Strict Standards: Declaration of Walker_Comment::start_lvl() should be compatible with Walker::start_lvl(&$output) in /home/vhosts/cepin.orgfree.com/wp-includes/comment-template.php on line 1266

Free Web Hosting

Strict Standards: Declaration of Walker_Comment::end_lvl() should be compatible with Walker::end_lvl(&$output) in /home/vhosts/cepin.orgfree.com/wp-includes/comment-template.php on line 1266

Free Web Hosting

Strict Standards: Declaration of Walker_Comment::start_el() should be compatible with Walker::start_el(&$output) in /home/vhosts/cepin.orgfree.com/wp-includes/comment-template.php on line 1266

Free Web Hosting

Strict Standards: Declaration of Walker_Comment::end_el() should be compatible with Walker::end_el(&$output) in /home/vhosts/cepin.orgfree.com/wp-includes/comment-template.php on line 1266

Free Web Hosting

Strict Standards: Redefining already defined constructor for class WP_Dependencies in /home/vhosts/cepin.orgfree.com/wp-includes/class.wp-dependencies.php on line 31

Free Web Hosting

Strict Standards: Redefining already defined constructor for class WP_Http in /home/vhosts/cepin.orgfree.com/wp-includes/http.php on line 61

Free Web Hosting
Skandal Vcd Itenas (Bandung Lautan Asmara) | CEPIN ORG
30
Dec

Skandal Vcd Itenas (Bandung Lautan Asmara)

   Posted by: admin   in Scandal Movies

INDONESIA’S MOST CONTROVERSIAL VCD OF 2001 WAS CALLED ITENAS AND SHOWED TWO UNIVERSITY STUDENTS FROM BANDUNG FILMING THEMSELVES HAVING SEX IN A JAKARTA HOTEL. IT WAS A NATIONAL DISASTER OF MAMMOTH PROPORTIONS, THIS SINGLE POOR QUALITY VIDEO OF TWO STUDENTS CELEBRATING THEIR 23RD MONTH TOGETHER. THEY DID SO BY CREATING A STEAMY SKIN FLICK THAT MADE ITS WAY TO THE BLACK MARKET AND WAS DISTRIBUTED IN SHOPPING MALLS, MARKETS AND UNIVERSITIES. THE SCANDALOUS SEX TAPE REPORTEDLY ENDED UP IN SINGAPORE, MALAYSIA, BRUNEI, AUSTRALIA, AND EUROPE. AND NOW TO YOU. FOR YOUR PRIVATE AND MOST INTIMATE COLLECTION.

http://uncut-itenasscandal.celebsunzipped.net/promo.jpg

Nama Adi dan Nanda mendadak jadi sangat terkenal di seluruh pelosok negeri ini setelah VCD berisi rekaman kegiatan bercinta mereka secara tak terduga-duga, bocor, dan beredar luas di pasaran  dengan diberi judul Bandung Lautan Asmara, Bandung Euy, atau Itenas 15 .

Adi (23) dan Nanda (22) akhirnya disangka polisi melanggar tindak pidana kesusilaan yang ancaman hukumannya mencapai 5 tahun penjara. Pihak Itenas sendiri kemudian diberitakan memecat Adi. Kabarnya Adi juga dihajar habis-habisan oleh teman-teman sekampusnya yang marah karena menilai Adi telah mencemari nama baik kampus Itenas (Jawa Pos , 30 Oktober 2001). Di kalangan masyarakat sendiri masih terjadi perdebatan apakah Adi dan Nanda sebaiknya dihukum atau tidak.

Adi dan Nanda bukan satu-satunya pasangan yang mendapat inspirasi untuk merekam pengalaman pribadi mereka lewat teknologi. Beberapa tahun lalu, di pasar video Indonesia juga berredar video berisi rekaman malam pertama artis penyanyi Yuni Shara dan suami pertamanya, Raymond Manthey (Jawa Pos , 30 Oktober 2001). Di kalangan selebriti dunia, pasangan suami-isteri Pamela Anderson dan Tommy Lee dulu juga sempat sangat terkenal karena dengan sengaja menjual gambar-gambar berisi rekaman hubungan seksual mereka lewat internet. Belakangan, gambar-gambar itu beredar juga dalam bentuk VCD.

***

Ada beberapa hal yang membuat orang terinspirasi untuk merekam satu momen hidupnya lewat bantuan teknologi, baik berupa foto, kaset video, atau VCD. Selembar foto dan sekeping peristiwa yang terekam di dalamnya secara sederhana biasa dikatakan sebagai karya dokumentasi, sebagai kenang-kenangan. Sebuah foto lama mungkin akan membangkitkan komentar-komentar tentang lokasi pemotretan dan bagaimana perubahan wujud lokasi itu sekarang, atau komentar tentang tukang potret dan kenangan tentang orang-orang lain yang ikut berfoto bersama kita saat itu. Teknologi yang diperbarui terus-menerus juga melahirkan kesempatan dan menyediakan sarana mengawetkan peristiwa dengan lebih lama dan abadi. Apalagi karena teknologi itu bisa digandakan, dimassalkan, dan disimpan. Jika menyaksikan dari awal rekaman VCD Adi dan Nanda, maka kita akan melihat bahwa rekaman tersebut dibuat ketika Adi, Nanda, dan beberapa teman mereka yang lain, sedang berlibur dan menghabiskan waktu di sebuah hotel. Bisa dikatakan bahwa kegiatan liburan mereka direkam dengan semangat tinggi membuat dokumentasi. Ini terlihat jelas misalnya dari gambar ketika mereka sedang makan bersama-sama, atau ketika sedang mengobrol bersama. Semangat dokumentasi itu masih tetap sama ketika frame-frame dalam rekaman itu beralih ke adegan-adegan percintaan Adi dan Nanda, lengkap dengan dialog-dialog pribadi antara mereka berdua (dalam rekaman VCD ini, Adi dan Nanda bergantian memegang kamera. Dan jika mereka sedang bercinta, kamera itu diletakkan di suatu tempat, sehingga mereka berdua bisa sama-sama terlihat di layar kamera). Percakapan-percakapan Adi-Nanda dalam rekaman VCD ini tampak wajar dan tidak dibuat-buat. Mungkin hal ini disebabkan karena sejak awal rekaman ini dibuat untuk dokumentasi pribadi, sehingga dialog-dialog mereka terkesan bebas, lepas, dan tidak ada halangan apapun, misalnya kalimat-kalimat seperti ini: Ini sayangku yang seksi , atau kalimat-kalimat bernada saling membuktikan rasa sayang seperti berikut ini: Nanda, sekarang kita sudah berapa bulan?/Sudah 23 bulan/Berarti sudah hampir 2 tahun, kamu maunya apa?/Aku mau cinta kamu sepenuh-penuhnya atau seperti ini: Adi kangen aku nggak? Besok Adi-ku sudah balik, jadinya sedih, soalnya masih kangen.

Selain berfungsi sebagai perekam momen, sebuah foto atau rekaman video juga berperan untuk menunjukkan kemesraan ruang-ruang pribadi kepada orang-orang lain dari publik yang lebih luas. Kemesraan, kedekatan, atau keintiman kadang-kadang terasa begitu abstrak sehingga dengan adanya foto atau rekaman video, semuanya akan tampak lebih nyata. Pamela Anderson-Tommy Lee dengan rekaman adegan-adegan seksualnya itu tampaknya juga ingin menunjukkan kemesraannya yang paling pribadi kepada masyarakat dunia penggemarnya. Dan terbukti bahwa peristiwa itu tetap dikenang meskipun mereka akhirnya berpisah. Sebuah foto lecek yang tersimpan dalam dompet kita juga bisa berperan sebagai penanda kenangan yang kita miliki dan keintiman yang telah terjalin antara kita dan si dia. Perekaman adegan bercinta Adi-Nanda bisa diartikan sebagai kenang-kenangan paling berarti yang dibuat sendiri oleh mereka berdua.

Selembar foto juga menunjukkan sifatnya yang paradoks karena ia sekaligus bisa berperan untuk menyembunyikan ketidakharmonisan suatu hubungan. Sebuah pigura berisi foto-foto sepasang suami-isteri yang tersenyum bahagia, dilengkapi dengan pose-pose manis anak-anak mereka di bingkai foto yang lain, bisa menjadi ujung tombak diplomasi yang ampuh kepada orang-orang luar bahwa keluarga ini baik-baik saja, dan menyembunyikan kenyataan sebenarnya. Sama halnya dengan foto pasangan artis yang dipasang sebagai cover sebuah tabloid hiburan. Dengan tambahan judul dengan huruf besar-besar berisi kalimat semacam “Kami baik-baik saja kok”, tampaknya sudah cukup sebagai senjata penangkal gosip yang macam-macam.

***

Kasus Adi dan Nanda mengingatkan kita akan eksistensi ruang privat dan ruang publik serta pergeseran-pergeseran yang terjadi selama ini.

Antara ruang-ruang privat dan ruang-ruang publik selalu terdapat batas-batas yang tidak selalu berupa aturan-aturan serba tertulis dan tegas. Batas-batas tersebut biasanya justru tidak tertulis, hanya bisa dirasakan dengan hati, dan berdasarkan norma-norma yang berlaku pada suatu masyarakat. Jika terjadi pelanggaran, atau jika salah satu batas-batas tersebut kita langgar maka besar kemungkinan akan terjadi goncangan. Contoh yang paling kongkret adalah pada  Adi dan Nanda. Pada awalnya, rekaman VCD mereka dibuat untuk konsumsi mereka pribadi. Tetapi ketika rekaman tersebut bocor dan akhirnya tersebar luas di masyarakat, muncullah masalah. Dan inti persoalan sebenarnya adalah bahwa rekaman VCD itu dengan jelas memperlihatkan hubungan seks yang dilakukan oleh Adi dan Nanda yang belum menikah. Di Jawa, hubungan seks yang dilakukan oleh pasangan yang belum menikah akan menjadi persoalan besar karena norma-norma yang berlaku tidak mengijinkannya. Juga tampak jelas dalam kasus ini, suatu keinginan yang besar dari generasi tua (dalam hal ini diwakili oleh masyarakat luas dan negara dengan aparat kepolisiannya) untuk melakukan kontrol dan kendali penuh atas segala hal yang dilakukan oleh generasi yang berada di bawahnya, sampai ke hal-hal yang berada dalam kendali ruang-ruang privat mereka sekalipun.

Pada level yang paling permukaan sebetulnya katup-katup ruang-ruang privat ini, disadari atau tidak, semakin lama semakin terbuka. Saat ini, di stasiun kereta api misalnya, kita bisa menyaksikan sepasang kekasih yang saling berciuman sebelum kereta api mulai berangkat dan memisahkan mereka berdua. Orang-orang yang berasal dari generasi yang lebih tua mungkin akan membuang muka, dan merasa malu sendiri menyaksikan adegan itu karena mereka sendiri tidak biasa melakukan hal-hal seperti itu dengan seseorang yang belum dinikahinya.

Menarik juga untuk menyimak permintaan maaf yang disampaikan ibunda Adi lewat acara Fokus di stasiun televisi Indosiar, tidak lama setelah kasus Adi-Nanda meledak. Saat itu ibunda Adi meminta maaf kepada masyarakat Indonesia atas perbuatan anaknya. Selain itu, ia menyadari bahwa perbuatan yang dilakukan oleh anaknya itu adalah perbuatan yang tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku di Indonesia, untuk itu ia meminta maaf yang sebesar-besarnya. Bandingkan dengan Pamela Anderson, Tomy Lee, atau Yuni Shara–sebagai artis yang mempunyai ruang publik luas–dan karenanya tidak perlu minta maaf pada publik atas perbuatannya.

Munculnya VCD Adi-Nanda secara luas di kalangan masyarakat, menimbulkan bermacam-macam respon dan penafsiran tentang mereka di kalangan anak-anak muda. Di Yogyakarta sendiri muncul kaus dengan tulisan yang menarik. Bagian depan kaus itu bergambar sebuah hati berwarna merah dengan tulisan Acid Love di dalamnya. Sedangkan di bagian belakangnya terdapat tulisan: The Ballad of Adi + Nanda, Who makin’ luv with luv. Support your local hero. Fenomena kaus tersebut bisa dianggap sebagai kejutan dalam penerimaan persoalan seks, termasuk di dalamnya seks pra nikah, di kalangan anak muda. Dalam rekaman VCD tersebut juga terlihat jelas, bahwa paling tidak dalam lingkungan komunitas teman-teman Adi dan Nanda, perilaku sepasang kekasih seperti Adi dan Nanda yang sudah melakukan hubungan seksual dianggap sebagai sesuatu yang biasa-biasa saja dan tidak lagi dipertanyakan atau dipertentangkan. Kalimat-kalimat yang tertulis dalam kaus tersebut bisa diartikan sebagai sebuah tantangan terhadap nilai-nilai lama seksualitas yang diwariskan oleh orang-orang tua, juga lewat media massa atau beberapa buku yang mengajarkan hal-hal apa yang bisa dilakukan, mana yang belum waktunya dilakukan, dan mana yang tidak boleh dilakukan oleh anak muda Indonesia. Atau kalimat-kalimat tersebut juga bisa dinyatakan sebagai dukungan terhadap Adi dan Nanda yang berani melakukan dobrakan atas hal-hal yang ditabukan oleh generasi tua, dan karena itu bisa disebut sebagai pahlawan.

***

Persoalan intimasi, termasuk di dalamnya persoalan seksualitas, di Indonesia, tidak bisa dilihat sebagai persoalan yang sederhana. Uraian di atas mengisyaratkan adanya bermacam-macam pendapat dan tingkat gradasi penerimaan yang bermacam-macam pada generasi-generasi masyarakat yang hidup di sini. Penerimaan terhadap intimasi dan seksualitas selalu lentur, tidak pernah seragam, tergantung kepada tempat dan kelas sosial tertentu yang melakukannya, juga sangat tergantung kepada kuasa-kuasa pengetahuan yang berperan pada suatu kelompok masyarakat.

SMALL MOVIE

download-button


FULL MOVIE

download-button

Take a girl and a boy and a handycam. Adi Amed, 20 years old and his girlfriend of long standing, Named (then 19) decided to film themselves making love in various positions. They had reason to celebrate. Twenty-three months of blissful togetherness is as good a reason to make passionate bouncy bouncy on film as any other reason. The tape is really low quality, there’s no sound but it’s kind of interesting to watch none the less if you’ve read the back story. It’s starts off with family stuff, then that trickly lil boy leaving the video camera on while they’re making out and the girl seeing it and turning it off. She clearly wants no part of it at the beginning but you can see the progression from that to just full blown sex everywhere on cam on the tape and that on it’s own is interesting. During the taping, it looked as if Nanda was clearly the ’star’ performer, often taking the initiative, while Amed, at times, seemed to be uncertain and tentative. Leave it to a good woman to lead the way. Of course, no good sex goes unpunished and Amed took the handycam film to a VCD store to have it transferred to disc. The lovestruck lad wanted a copy to keep in perpetuity. He got more than he bargained for. The staff member, Yayan was happy to duplicate the tape, keeping a copy for himself. He then duplicated it seven more times and passed copies to his boss and friends. The perfect formula for a sex scandal. A predominantly Muslim country, Indonesia has surprisingly lax laws on pornography and piracy. If found guilty for participating, performing in or distributing such material, one can be punished with 18 months’ imprisonment and fined Rp4,500 (less than 50 US cents or P25). With the rise of widely available amateur pornography, lawmakers are now considering harsher penalties for law offenders. While Adi and Nanda got ‘off’ in more ways than one, the distributors, who were responsible for naming the tape ‘Itenas’, were sentenced to jail time for copying and distributing the infamous ‘Itenas’ video and recieved nine months in the slammer.

The ‘Itenas’ scandal, to this day, is still the most controversial video in Indonesia. Which is why we have brought it to you. Download the two lusty lovers dancing to the rhythms of their own sexuality. Get a glimpse of they ‘do’ it on the other side of the world, in a hotel in Jakarta. Doin’ the dirty deed is a world wide preoccupation amongst our young college students. Watch the various positions they engage in, making this particular sex tape very much worth the time it will take you to download it to your hard drive. You’ll enjoy the exotic sensuality, the erotic foreplay, and the deed. Mustn’t forget the deed! Get it now. Share it with your friends; and, above all, enjoy the most infamous and scandalous sex tape from Indonesia!

Here is my treat for you all to make up for not posting a lot of downloads yesterday.
This one is a classic scandal (about 5 years ago when it first came out). Indonesian teens celebrating their anniversary inside a hotel and fucks all over the room while their video camera records everything. If you don’t have this video yet, better download it now while it is still available… this scandal, being a classic, is now already very hard to find. Please take note of the password below to extract the files.


Part 1 -

download-button

Part 2 -

download-button
Part 3 -

download-button
Part 4 -

download-button
Part 5 -

download-button
Part 6 -

download-button
Part 7 -

download-button
Part 8 -

download-button
Part 9 -

download-button
Part 10 -

download-button
Part 11 -

download-button
Part 12 -

download-button
Part 13 -

download-button


Password: m1n_x

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google

Tags: , ,

This entry was posted on Tuesday, December 30th, 2008 at 19:47 and is filed under Scandal Movies. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a reply

You must be logged in to post a comment.